Selasa, 01 Februari 2011

Jejak- jejak Negri Sakura

Aku selalu menganggap jakarta adalah kota mewah,metropolis,megah, tapi juga beracun. Dalam pandanganku yang sederhana, mobil-mobil mengkilap yang berlarian di jalan, gedug gedung tinggi di pesisiran jalan adlah suatu keindahan tapi juga pengrusakan. aku suka sekali jakarta di kala malam, lampunya yg terang benderang mengibaratkan bintang bertaburan di daratan tapi juga kadang membuatku kangen, dengan suara jangkrik yang tergantikan deru kendaraan, menggantikan langit yg megah dengan bintang bintang cantik. 

Aku sadar, Aku lebih mencintai rumahku yang hijau, penuh dengan padang rumput yang segar dan bau lumpur yang menenangkan. Aku lebih mencintai rumahku dimana udara bersih itu gratis, air bersih itu gratis, kicauan burung bukan dari suara MP3 atau MP4, bintang bintang terlihat jelas ketika malam, walau tanpa lampu lampu indah di sepanjang jalan, tempat yang tak pernah membuatku bosan, berulang kali aku datng dan pergi pun takan pernah bosan. Aku cinta bumi ku.

Aku selalu menanggap negri diluar sana itu mewah,megah,cool,keren dan WOOWW!!, tapi nyatanya kemanapun aku pergi aku hanya merindukan rumah. sejengkalpun aku tidak dapat menyangkal bahwa rumah adalah tempat terbaik yang aku miliki.

Daratan hijau di ujung Jakarta - Bekasi.


Ku baca lagi diary ku waktu SMA. Ah, aku rindu rumah. 3 tahun itu lama juga ya?selama SMA aku tinggal sendiri,jauh dr rumah. Entahlah, sengaja di sekolahkan jauh. Biar mandiri kata bapak. Oh yah,tentu aku lebih mandiri dr teman2 seusia ku. Masa begitu cepat bergerak, meninggalkan semua kenangan di sana. ya, ada sebuah kenangan disana. Kenangan yang masih ku harapkan hingga saat ini.

***

February,8th.
Musim dingin di sini. Uap dingin slalu keluar saat berbicara. Hemm. .aku merapatkan kembali jaket super tebal ku, sekali lagi, aah aku rindu rumah. Terbayang selayang ingatan masa lalu. Tentang tentara-tentara itu. Tentang seseorang yang mengantarku hingga ke negeri sakura.Dia seorang tentara. Ahh, entah bagaimana kisah ini dimulai, semua terjadi begitu saja. Seperti jatuh cinta, yang terjadi tiba-tiba. Ia menyelinap masuk melalui celah-celah hati, dalam diam ia mulai menjajah dan menguasai hati, seketika. Ya, begitulah cara kerja cinta mendiami hati setiap insan.

Hari itu,16 Maret 2009. Aku sedang mengantarkan transkrip nilai dan dokumen-dokumen untuk mendaftar beasiswa ke Jepang. ini adalah impian ku sejak smp, kuliah di jepang. Kakek ku dulu seorang tentara cabutan dari sipil saat penjajahan jepang, Beliau adalah salah satu tentara terbaik kala itu, sehingga beliau mendapat kesempatan untuk pergi ke sana.Masa pendidikan satu tahun, membuat kakek paham betul keadaan disana. Setelah pendidikan selesai, dia dikembalikan ke Nusantara. Dan tidak lama setelah itu, Bom atom meledak di Hirosima dan Nagasaki. Syukurlah, kakek sudah dipulangkan.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar